Jika dapat aku ketahui apa yang akan terjadi padaku kelak, sudah pasti aku akan menjauhkan diriku dari hal-hal yang membuatku terluka.
Namun jika hal itu kulakukan maka tidak akan ada bahagia yang akan kurasakan, tidak akan ada kenangan indah
dan aku tidak akan pernah belajar menjadi perempuan yang lebih sabar dan lebih tegar seperti saat ini.’
-martinayosevina-

Kamis, 06 November 2014

Alhamdulillah.. LULUS!! Amazing October ^^

Saya mau memposting tulisan ini sesuai dengan bulannya tetapi virus lupa datang menghampiri saya.. hehehee

22 October 2014..
Hari pengumuman peserta CPNS yang lulus ke tahap selanjutnya, yaitu tahap psikotest.
Kembali saya merasakan dagdigdug. Adakah nama Martina Yosevina tercantum sebagai salah satu peserta yang lolos?
Saat pengumuman itu berlangsung, saya sedang dinas di Bandung.
Bolak-balik saya membuka website Rekrutment Kemenkeu tetapi tidak ada pengumuman hasil TKD.

Esok harinya tgl 23 October 2014 jam 6 pagi, junior saya semasa kuliah S1 dulu memberikan informasi bahwa saya berhak mengikuti psikotest.
Ini pertama kalinya saya mencoba CPNS Kemenkeu.
Rasanya senang sekali ketika melihat nama saya tercantum sebagai salah satu peserta yang lolos ke tahap psikotest (padahal masih banyak tahapan selanjutnya yang harus saya lalui.. hehee)
Yang terpenting buat saya saat itu, saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba test selanjutnya ;)

Pulang dinas dari Bandung, saya kembali melanjutkan Tesis saya yang tertunda.
Bimbingan hampir setiap hari.
Pagi hingga sore saya bekerja dikantor, malam hari saya mengerjakan tesis di Kost.
Sampai pada hari selasa tgl 28 October 2014, pihak Tata Usaha dari kampus saya memberitahukan bahwa besok per tgl 29 October 2014 tesis saya harus sudah selesai sampai Bab VI agar hari kamis tgl 30 October 2014 saya bisa sidang besar.
Oh nooo.. benar-benar berasa seperti disambar petir di siang bolong.
Saya langsung ambil cuti mendadak untuk hari kamis.

30 October 2014..
Tidak pernah disangka-sangka sebelumnya saya bisa secepat ini menyelesaikan tesis saya, setelah sebelumnya saya non aktif kuliah selama 1th.
Dalam waktu kurang dari 1 bulan, Bab V dan Bab VI bisa saya selesaikan.
Saya dapat jadwal sidang jam 19.00.
Sejak bangun subuh, saya mempersiapkan materi-materi untuk sidang.
Alhamdulillah.. Nilai sidang saya sangat memuaskan.
Awalnya saya tidak berharap banyak, saya hanya ingin menyelesaikan kuliah S2 saya.
Berapapun nilai akhir yang akan saya peroleh akan saya syukuri.

Yeaaaaaaayyy saya Luluuuuuuuuuss.. ^_^
Kata-kata itu yang sudah lama ingin saya teriakkan, rasanya beban saya berkurang cukup banyak.
Meskipun revisi tesis menunggu dan psikotest CPNS pun menunggu di awal November.
Semangaaaattt!!

Jumat, 17 Oktober 2014

Ketika 'Dia' Bukan Jodohku

Entah tiba-tiba kepikiran mau posting tema yang kata teman-teman sih kesannya saya lagi galau.. hehehee
Insya Allah saya ga lagi galau.. hanya mau berbagi apa yang saya tahu :)
Banyak di sekitar kita yang sudah menjalin hubungan cukup lama.. sebagian dari mereka sudah merasa sangat yakin bahwa pasangannya merupakan jodoh mereka nantinya.
Kalau menurut saya mah, yakin itu boleh.. tetapi bukan yakin mereka sudah pasti berjodoh dengan kita. Yakin lah bahwa Allah SWT sudah mengatur siapa jodoh kita nanti.
Saat seseorang dengan keyakinan yang sudah teramat yakin tentang sesuatu, namun nanti yang terjadi bukan seperti apa yang di yakininya.. hal itu bisa membuat kecewa yang teramat pula.
Sebelum meyakini bahwa pasangan kita adalah jodoh kita, sebaiknya kita melakukan shalat istikharah,, memohon petunjuk kepada Allah SWT apakah dia yang saat ini sedang berhubungan dengan kita adalah jodoh kita atau bukan.
Lalu bagaimana jika kita sudah menjalin hubungan yang cukup lama dan sudah terlanjur sangat menyayangi dia, kemudian Allah SWT memberikan petunjuk bahwa dia bukan jodoh kita?
Apakah kita mau marah sama Allah SWT? atau kita mau menangis semalam? (kayak judul lagu ya? hehehee)
Semua hal tersebut jika kita lakukan, tidak ada gunanya.. tidak pantas pula kita marah pada Yang Maha Mengetahui.
Saya selalu menanamkan pada pikiran saya, yang terbaik bagi saya menurut saya belum tentu yang terbaik untuk saya menurut Allah SWT.
Semua yang saya inginkan, jika Allah SWT tidak memberikannya.. itu artinya saya masih harus berusaha dan tetap berdoa untuk memohon kepadaNya. Dan cobalah untuk dijalani hal tersebut, saya yakin ada makna yang tersirat.
Jika kita menanamkan hal tersebut, di hati ini akan merasa lebih ikhlas saat kita mengalami hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi.

Satu hal yang harus selalu di ingat, menikah itu bukan untuk 'balap-balapan'.
Jodoh sudah ditentukan oleh yang Maha Mengetahui, sudah pasti tepat orangnya dan tepat pula waktunya :)

Senin, 06 Oktober 2014

Dag Dig Dug

Perasaan yang saya rasakan saat ini adalah rasa khawatir sekaligus penasaran.
Besok merupakan hari yang saya tunggu-tunggu dan juga hari yang saya harapkan bisa diperlambat menjadi minggu depan (menurut saya belajar itu tidak ada kata puas).. hehehee
Besok saya akan melakukan Test CPNS Kemenkeu di STAN.
Dagdigdug jika mengingatnya, namun saya juga ingin segera menyelesaikan Test dan mengetahui Score yang akan saya peroleh.
Jika dikatakan berharap, ya memang saya berharap.. salah satu cita-cita saya ingin bekerja di Instansi Pemerintah bagian Keuangan.
Usaha selama 1 bulan ini sudah saya lakukan, berlatih mengerjakan soal-soal Test. Mulai dari soal yang saya dapatkan dengan mendownload gratis hingga yang harus mengeluarkan uang untuk menjadi member (biaya pendaftaran tidak mencapai 100rb).
Saya sudah mendengar cerita mengenai soal-soal Test dari 2 orang teman saya yang Test lebih dulu dari saya.
Mereka tidak menjelaskan secara rinci, hanya garis besar saja. Dan menurut saya itu sudah sangat berguna bagi saya.
Karena sejujurnya ketika saya sebelum mendengar garis besar soal Test, saya lebih memfokuskan pada materi Matematika Berpola, Deret Hitung dan yang lainnya yang merupakan soal hitung-hitungan.
Namun setelah saya mendengar dari cerita teman, saya langsung berpindah haluan ke Bahasa Indonesia dan Kebijakan Pemerintah.
Mulai dari soal-soal hingga materi pun saya coba kumpulkan semaksimal mungkin.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Saya sudah berusaha dan berdoa, dan hasilnya saya serahkan kepada Allah SWT.
Apapun hasilnya, saya yakin itu yang terbaik untuk saya, dan saya sangat percaya itu.
Karena ada beberapa peristiwa-peristiwa yang telah saya alami sebelumnya tidak sesuai dengan yang saya inginkan, namun ternyata jalan Allah SWT berbeda,, pada peristiwa itu justru saya memperoleh banyak manfaat, banyak kebahagiaan.
Belajar dari hal itu, saat ini saya masih mencoba untuk berusaha hingga selesai test dan tetap berdoa semoga dimudahkan dan dilancarkan serta menerima apapun hasil yang telah Allah SWT tentukan nanti dengan ikhlas :)

Minggu, 31 Agustus 2014

My Favourite Korean Actor (2)


Selain Lee Jin Wook, aktor korea yang menjadi favorit saya yaitu Sung Joon (lahiran tahun 1990.. berasa jd oenninya -_-)
Lucu aja kalau liat ekspresi dia di beberapa drama yang udah pernah dia bintangi ^_^
Pertama kali tertarik sama dia waktu pas main di Lie To Me, tingginya itu lho (187cm).. hehehee
Tapi sayang berat badan dengan tingginya belum proposional, kalau menurut saya dia harus tambah berat badannya sekitar 10kg lg.. hmmmm.. ditambah lg kalau dia ngebentuk badannya, wuiiihh makin perfect *_*
Dan sekarang saya lg menyukai dia berakting di Discovery of Love (Discovery of Romance).. masih dengan ekspresi-ekspresinya yang bikin saya senyum-senyum sendiri.. meskipun kali ini Sung Joon sedang memerankan pria yang tidak setia, hehehee



Rabu, 27 Agustus 2014

Menghargai





Saya sering mendengar banyak orang yang mengucapkan "mohon dihargai"
Saya pribadi ketika mendengar kata itu, selalu berpikir ulang
Apakah orang tersebut sudah menghargai orang disekitarnya?
Ketika seseorang meminta untuk dihargai oleh orang lain, sebaiknya dia menimbang kembali atas ucapannya.
Kita menghargai orang lain sejatinya bukan untuk mengharap balasan untuk kembali dihargai
Hal tersebut kita lakukan untuk mencerminkan pribadi kita yang sebenarnya
Jika kita sudah menghargai orang lain, tak perlu mengharap.. maka orang lain pun akan menghargai kita sesuai dengan apa yang telah kita lakukan
Lalu bagaimana jika orang yang telah kita hargai tidak menghargai kita?
Ya saya tahu jawabannya, pasti kita merasakan rasa sakit hati
Manusiawi jika kita merasakan perasaan sakit hati, namun jangan terlalu berlama-lama merasakannya
Dari hal ini kita belajar untuk berbesar hati, memahami perbedaan dari masing-masing kepribadian
Ketika orang tersebut berbuat seperti itu (hanya ingin dihargai namun tidak ingin menghargai orang lain), maka itu adalah cerminan pribadinya.. cerminan sebuah kepribadian yang harus diperbaiki menurut saya.


Jumat, 15 Agustus 2014

Tak ada kata lelah untuk berbuat 'Baik'

Begitu banyak sekali karakter yang ada disekitar kita.
Berbeda-beda pula cara sudut pandang mereka dalam menilai segala sesuatunya.
Sehingga ketika kita berbuat sesuatu, maka sudah dapat dipastikan ada dua penilaian akan hal tersebut.
Ya, betul sekali.. ada yang pro dan ada yang kontra.
Semua penilaian tersebut tergantung bagaimana kita menanggapinya.
Saat kita berbuat baik pun seperti itu.
Ada pihak-pihak yang melihat dari sudut pandang positif, dan ada pula yang memandang dari sudut negatif.
Kalau dari sudut positif ya sudah pasti mereka akan tahu betapa kita berbuat baik itu dari hati.
Namun untuk yang memandang dari sudut negatif, sudah pasti ada saja penilaian mereka.
Mereka yang seperti itu bisa mengatakan kita tidak ikhlas, bahkan sering pula ada penilaian yang mengatakan seseorang berpura-pura baik hanya untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Saya disini manusia biasa, saya tidak pernah bisa menebak isi hati dan isi pikiran.
Simplenya, apapun yang orang itu lakukan 'baik' kepada saya ataupun orang lain maka saya akan menganggapnya tetap 'baik'.
Sehingga saya akan membalas kebaikan orang yang telah berbuat baik kepada saya minimal sama atau bahkan saya mengusahakan untuk memberi yang lebih baik lagi.
Lalu bagaimana dengan orang yang bersikap tidak baik kepada kita?
Saya masih belum cukup banyak untuk pengalaman untuk hal ini.
Tetapi kalau boleh saya sedikit berbagi, ketika ada yang berbuat tidak baik kepada kita maka jangan membalasnya dengan tidak baik juga.
Saya paham, memang sulit bersikap seperti itu, bahkan sangat sulit sekali untuk yang sama sekali belum pernah mencobanya.
Ada yang bilang "makan hati" kalau tetap memperlakukan secara baik untuk mereka yang sudah tidak baik kepada kita, ada pula yang bilang kita bermuka dua "pura-pura baik di depan tetapi sebenarnya kita pun ada rasa kesal di hati".
Awal-awal yang saya rasakan seperti itu, tetapi semakin kesini saya paham akan satu hal.
Kita berbuat baik kepada sesama kita bukan karena manusia semata (khawatir dijauhkan dsb), tapi harus selalu di ingat bahwa kita berbuat baik kepada sesama dikarenakan ALLAH SWT, tak ada alasan kecuali itu.
Maka dari itu, ini menjadi pemacu bagi saya untuk tetap berusaha berbuat baik sekalipun terkadang di hati kecil saya ada sedikit rasa tidak terima ketika mereka yang telah kita perlakukan baik membalasnya dengan tidak baik.
Saya manusia biasa sama seperti yang lain, terkadang khilaf.. :)
Jadi, jangan pernah kita lelah untuk berbuat baik sekalipun orang tersebut tidak pernah bisa merubah sikap tidak baiknya kepada kita.

"Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri (Al-Israa' : 17)"

Jumat, 08 Agustus 2014

Ketika Kata Maaf Sulit Untuk Di Ucapkan

Saya yakin kita semua pernah membuat kesalahan, baik itu yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Namun sejatinya ketika kesalahan tersebut terjadi, kita sebagai pihak yang membuat kesalahan wajib hukumnya meminta maaf kepada siapapun itu, baik yang lebih tua, seumuran atau bahkan yang lebih muda dari kita sekalipun.
Sering kali ada rasa "Gengsi" untuk mengatakannya.
Akan tetapi, apakah kita mau bertahan dengan Gengsi tersebut?
Demi sebuah Gengsi, silaturahim menjadi taruhannya.
Mengawali silaturahim itu jauh lebih mudah daripada mempertahankannya.
Apakah kita mau jika silaturahim yang dijalin dalam waktu yang lama berakhir dikarenakan Gengsi?
Perbanyak istighfar ketika rasa Gengsi hadir kala kata maaf ingin di ucapkan.
Jika sulit di ucapkan lewat lisan, belajarlah terlebih dahulu lewat tulisan.
Pada zaman sekarang ini banyak sekali media yang memfasilitasi. Mulai dari SMS hingga Online Chat yang sudah menjamur sana sini.
Jika masih sulit juga mengetik kata maaf, menurut saya solusi terakhirnya bisa melalui picture atau animasi-animasi yang terdapat pada online chat tersebut.




Diakhir tulisan kali ini, saya menutupnya dengan kata maaf.
Saya memohon maaf untuk siapapun yang telah tersakiti oleh saya.. maaf untuk semua khilaf yang telah saya perbuat.
Semoga ALLAH SWT senantiasa menjadikan kita sebagai umatNYA yang selalu berusaha menjaga Silaturahim hingga akhir usia.. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin..