Assalamu'alaikum..
Saat kita ingin melamar pekerjaan di sebuah instansi, namun diminta untuk test kesehatan (Medical Check Up) dan test narkoba dari Rumah Sakit Umum (RSU), maka segeralah melakukan test tersebut.
Terkadang terbayangkan oleh kita lamanya test dan repotnya proses test yang akan kita jalani. Nyatanya tidak selama dan serepot yang kita bayangkan. Untuk yang masih bekerja bisa ijin setengah hari atau bahkan bisa ijin telat datang agak siang aja kok ^^
Saya baru saja melakukan Medical Check Up (MCU) di RSUD Kabupaten Tangerang. Biaya yang dikenakan sebesar Rp. 30.000 untuk biaya test kesehatan (paket A1), Rp. 130.000 untuk test narkoba (test urine) dan Rp. 20.000 untuk surat keterangan bebas narkoba.
Langkah awal adalah persiapkan fotocopy KTP sebanyak 2 lembar. Fotocopy KTP diberikan pada saat kita mendaftar. Hal ini penting, karena akan repot jika kita harus mencari tempat fotocopyan lagi. Jadi persiapkan fotocopy KTP-nya, periksa sebelum berangkat dan jangan sampai ketinggalan.
Setelah itu kita akan diberikan form dan diperintahkan untuk membayar di kasir biaya yang telah saya sebutkan tadi. Dari kasir, kita diberikan form dan diperintahkan langsung menuju ke Lab untuk pemeriksaan narkoba. Segera berikan form tersebut pada petugas agar dapat ikut mengantri.
Nama kita akan dipanggil dan diberikan tempat untuk menaruh urine kita. Hasilnya cepat, sekitar 20 menit (mungkin saat itu sedikit yang mengantri). Dilanjutkan untuk kembali ke gedung MCU untuk test kesehatan. Di gedung MCU sudah standby dokter yang akan memeriksa denyut nadi, detak jantung dan tensi kita.
Hanya itu saja? Iya hanya itu saja test kesehatan yang dijalani untuk paket A1. Jadi test kesehatan tergantung paket apa yang akan kita ambil.
Selesai diperiksa tensi darah, denyut nadi dan detak jantung maka selesai pula serangkaian proses MCU. Kurang lebih hanya 1 jam saja. Saran saya kalau mau lebih cepat maka datanglah pada saat pembukaan pendaftaran, yaitu jam 08.00. Pelayanan MCU di RSUD rata-rata dari jam 08.00 sampai jam 12.00. Dan pendaftaran akan ditutup jam 11.00.
Semoga bermanfaat untuk postingan kali ini..
Wassalamu'alaikum..
‘Jika dapat aku ketahui apa yang akan terjadi padaku kelak, sudah pasti aku akan menjauhkan diriku dari hal-hal yang membuatku terluka.
Namun jika hal itu kulakukan maka tidak akan ada bahagia yang akan kurasakan, tidak akan ada kenangan indah
dan aku tidak akan pernah belajar menjadi perempuan yang lebih sabar dan lebih tegar seperti saat ini.’
-martinayosevina-
Jumat, 26 Februari 2016
Persyaratan Pembuatan SKCK (Februari 2016)
Assalamu'alaikum..
Mungkin masih banyak yang belum tau apa-apa saja persyaratan dalam pembuatan SKCK.
Kebetulan belum lama ini saya baru saja mengurus pembuatan SKCK.
Ini dia persyaratannya:
1. Fotocopy KTP
2. Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
3. Pas Foto 4x6 sebanyak 3 lembar & 2x3 sebanyak 1 lembar (Background warna merah)
4. Fotocopy Akte kelahiran/ Akte kenal lahir/ Ijazah
Proses yang pertama kali adalah kita memberikan berkas yang telah dilengkapi kepada petugas yang mengurus SKCK. Setelah itu petugas akan menyuruh kita test sidik jari di tempat yang telah disediakan di Polsek.
Bagi yang sudah pernah membuat SKCK, SKCK yang lama jangan dibuang gitu aja.. bisa dibawa untuk dikasih ke petugasnya. Karena di SKCK tersebut sudah ada rumusan sidik jari kita. Jadi kita tidak perlu melakukan test sidik jari lagi (mengurangi waktu antrian, jadi bisa lebih cepat.. hehehee).
Oia untuk masa aktif SKCK hanya 6 bulan, kalau sudah lewat ya sudah tidak berlaku. Jam pelayanan pembuatan SKCK jam 08.00 sampai dengan jam 14.00.
Setelah semua persyaratan sudah lengkap (termasuk rumusan sidik jari), segera kasih ke petugasnya. Kita akan diminta uang admin sebesar Rp. 25.000, Setelah itu kita akan segera diberikan kertas sebesar kertas folio yang berisi data-data yang harus kita lengkapi. Selesai melengkapi data-data, kertas tersebut langsung diberikan ke petugas.
Selanjutnya kita tinggal menunggu. Cepat atau lamanya tergantung banyak atau tidaknya antrian saat kita datang. Kalau SKCK sudah jadi akan dipanggil oleh petugas.
Eits, jangan langsung pulang ya.. Kalau yang ingin melamar pekerjaan di beberapa tempat atau membutuhkan SKCK untuk beberapa keperluan, segera cari tempat fotocopyan terdekat. Fotocopy-nya dilebihkan sedikit dari jumlah yang dibutuhkan, biar tidak bolak-balik ke Polsek lagi. Kalau fotocopy SKCK sudah ditangan, maka segera balik lagi ke Polsek untuk meminta legalisir.
Oia, mungkin banyak yang sudah tahu dan banyak juga yang belum tahu mengenai surat pengantar dari kelurahan. Saat ini, surat pengantar dari kelurahan untuk pembuatan SKCK sudah tidak dibutuhkan (saya membuat SKCK di Polses Bekasi Timur).
Kata petugasnya Akte kelahiran/ Akte kenal lahir atau Ijazah fungsinya sudah sama dengan surat pengantar dari kelurahan. Lumayan lagi kan.. mengurangi pengeluaran. Karena tidak dipungkiri ketika kita membuat surat pengantar ke kelurahan dikenakan biaya oleh pegawai kelurahan. Iya kan? Saya sih dikenakan Rp. 10.000 (bisa buat beli ketoprak sepiring.. hohohoo).
Yang terakhir.. seinget saya untuk pembuatan SKCK untuk PNS pembuatannya bukan di Polsek melainkan di Polres (untuk daerah Bekasi, tempatnya berada di Bulan-bulan dekat dengan Pengadilan Negeri dan RSUD Bekasi). Jadi yang di polsek hanya menerima pembuatan SKCK untuk melamar pekerjaan biasa saja. Itu seinget saya ya,, hehhee.. coba di konfirmasi lagi aja, jangan sampai jadi bolak balik karena kurangnya informasi yang diperoleh.
Semoga postingan saya bisa memberikan informasi bagi yang membutuhkan ^^
Wassalamu'alaikum..
Mungkin masih banyak yang belum tau apa-apa saja persyaratan dalam pembuatan SKCK.
Kebetulan belum lama ini saya baru saja mengurus pembuatan SKCK.
Ini dia persyaratannya:
1. Fotocopy KTP
2. Fotocopy Kartu Keluarga (KK)
3. Pas Foto 4x6 sebanyak 3 lembar & 2x3 sebanyak 1 lembar (Background warna merah)
4. Fotocopy Akte kelahiran/ Akte kenal lahir/ Ijazah
Proses yang pertama kali adalah kita memberikan berkas yang telah dilengkapi kepada petugas yang mengurus SKCK. Setelah itu petugas akan menyuruh kita test sidik jari di tempat yang telah disediakan di Polsek.
Bagi yang sudah pernah membuat SKCK, SKCK yang lama jangan dibuang gitu aja.. bisa dibawa untuk dikasih ke petugasnya. Karena di SKCK tersebut sudah ada rumusan sidik jari kita. Jadi kita tidak perlu melakukan test sidik jari lagi (mengurangi waktu antrian, jadi bisa lebih cepat.. hehehee).
Oia untuk masa aktif SKCK hanya 6 bulan, kalau sudah lewat ya sudah tidak berlaku. Jam pelayanan pembuatan SKCK jam 08.00 sampai dengan jam 14.00.
Setelah semua persyaratan sudah lengkap (termasuk rumusan sidik jari), segera kasih ke petugasnya. Kita akan diminta uang admin sebesar Rp. 25.000, Setelah itu kita akan segera diberikan kertas sebesar kertas folio yang berisi data-data yang harus kita lengkapi. Selesai melengkapi data-data, kertas tersebut langsung diberikan ke petugas.
Selanjutnya kita tinggal menunggu. Cepat atau lamanya tergantung banyak atau tidaknya antrian saat kita datang. Kalau SKCK sudah jadi akan dipanggil oleh petugas.
Eits, jangan langsung pulang ya.. Kalau yang ingin melamar pekerjaan di beberapa tempat atau membutuhkan SKCK untuk beberapa keperluan, segera cari tempat fotocopyan terdekat. Fotocopy-nya dilebihkan sedikit dari jumlah yang dibutuhkan, biar tidak bolak-balik ke Polsek lagi. Kalau fotocopy SKCK sudah ditangan, maka segera balik lagi ke Polsek untuk meminta legalisir.
Oia, mungkin banyak yang sudah tahu dan banyak juga yang belum tahu mengenai surat pengantar dari kelurahan. Saat ini, surat pengantar dari kelurahan untuk pembuatan SKCK sudah tidak dibutuhkan (saya membuat SKCK di Polses Bekasi Timur).
Kata petugasnya Akte kelahiran/ Akte kenal lahir atau Ijazah fungsinya sudah sama dengan surat pengantar dari kelurahan. Lumayan lagi kan.. mengurangi pengeluaran. Karena tidak dipungkiri ketika kita membuat surat pengantar ke kelurahan dikenakan biaya oleh pegawai kelurahan. Iya kan? Saya sih dikenakan Rp. 10.000 (bisa buat beli ketoprak sepiring.. hohohoo).
Yang terakhir.. seinget saya untuk pembuatan SKCK untuk PNS pembuatannya bukan di Polsek melainkan di Polres (untuk daerah Bekasi, tempatnya berada di Bulan-bulan dekat dengan Pengadilan Negeri dan RSUD Bekasi). Jadi yang di polsek hanya menerima pembuatan SKCK untuk melamar pekerjaan biasa saja. Itu seinget saya ya,, hehhee.. coba di konfirmasi lagi aja, jangan sampai jadi bolak balik karena kurangnya informasi yang diperoleh.
Semoga postingan saya bisa memberikan informasi bagi yang membutuhkan ^^
Wassalamu'alaikum..
Jumat, 19 Februari 2016
Purwokerto - Wonosobo (Dieng)
Assalamu'alaikum..
Berawal dari keisengan saya mencari tiket ekonomi dan keinginan ke Dieng yang sudah terpendam sejak lama, akhirnya 3 bulan yang lalu saya meng-issued tiket kereta ekonomi pulang pergi ke purwokerto.
Untuk tiket berangkat saya membeli tiket kereta api Kutojaya dengan harga Rp. 80,000, sedangkan pulangnya sudah penuh untuk kereta api yang sama, akhirnya saya membeli tiket kereta api Serayu Malam dengan harga Rp. 70,000.
Karena harganya lebih murah, sudah pasti timbul pertanyaan di hati saya "fasilitas apa yang berbeda dengan kereta api Kutojaya?"
Ternyata fasilitasnya sama persis, hanya saja jam perjalanannya jauh lebih lama. Untuk kereta api Kutojaya hanya memakan waktu kurang lebih 5 jam 20 menit sedangkan untuk kereta api Serayu Malam memakan waktu 12 jam (bahkan ada keterlambatan selama setengah jam ketika sampai di stasiun senen).
Noted: Usahakan berangkat dan pulang dengan kereta yang perjalanannya lebih singkat, jadi bisa cepat sampai dan sisa waktu yang ada bisa untuk istirahat ^^
Sesampainya di stasiun purwokerto saya dan yang lainnya menunggu driver dan mobil sewaan menjemput kami. Tetapi semua tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.
Saya sudah memberitahu driver sejak saya membeli tiket kereta api (kurang lebih sejak 3 bulan yang lalu) bahkan ketika saya dan driver berkomunikasi pun selalu saya ingatkan jam kedatangan.
Mungkin ini yang dinamakan 'apes'. Driver datang jam 12.15, itu artinya saya menunggu sekitar selama 1,5 jam di stasiun. Kebayang dong gimana betenya saya dan yang lainnya pada saat itu.
Noted: Usahakan menyewa mobil dan driver yang profesional, jadi kita tidak akan dibiarkan lama menunggu dengan alasan yang klasik yaitu macet. Padahal selama perjalanan purwokerto - wonosobo dan wonosobo - purwokerto, saya sama sekali tidak mengalami kemacetan.
Sesuai dengan rencana, maka rute pertama menuju Baturaden. Tetapi sebelum menuju ke Baturaden, driver menyarankan untuk mampir ke alun-alun Purwokerto. Mampir sebentar disana untuk mengabadikan foto (sebagai bukti saya pernah Purwokerto, hehehee). Di alun-alun purwokerto terdapat air mancur yang cukup indah.. di malam hari akan nampak lebih indah karena lampu warna warni yang menghiasi air mancur tersebut.
Lanjut ke Baturaden yang hanya menempuh jarak sekitar 15 menit. Tiket masuk per orang dikenakan sebesar Rp. 14,000.
Noted: Agar bisa berlama-lama mengexplore keindahan Baturaden, saya sarankan untuk datang tidak terlalu sore. Karena jika matahari sudah bersembunyi, pemandangan tidak bisa dinikmati.
Jam 4 sore perjalanan dimulai menuju ke Wonosobo, melewati kota Purbalingga dan Banjarnegara.
Dengan menempuh waktu 4 jam, akhirnya sampailah saya di kota Wonosobo. Dinginnya udara disana tidak menyurutkan semangat saya dan yang lainnya untuk berburu kuliner, terutama mie ongklok khas Wonosobo.
Mie ongklok yang saya makan di bandrol Rp. 12,000. Saya rasa ini harga yang tidak seharusnya, karena nasi goreng dibandrol Rp. 15,000 sedangkan di pertigaan jalan ada tukang nasi goreng hanya dengan harga Rp. 12,000. Nasi goreng khas wonosobo dilengkapi sayuran, terutama kol.
Dan ketika saya mencoba kafe di losmen yang saya sewa, harga nasi goreng hanya dikenakan Rp. 10,000 saja. Kalau untuk rasa, menurut saya sih lebih enak nasi goreng di kafe losmen.
Noted: Jangan membeli makanan hanya karena lapar mata, dan usahakan mencari tempat yang ramai pengunjungnya.. memungkinkan makanan yang dijual memiliki rasa yang enak.
Saya menyewa losmen 'Bu Djono' yang pasti sudah tidak asing di telinga para backpaker. Losmen ini terkenal dengan harganya yang murah. Untuk kamar mandi luar dikenakan Rp. 75,000 sedangkan untuk kamar mandi dalam dikenakan Rp. 125,000.
Untuk DP, pak Kelik hanya mengenakan Rp. 100.000 saja.
Fasilitas yang ditawarkan yaitu 1 tempat tidur ukuran queen, 1 selimut, 2 bantal dan terdapat water heater di kamar mandi (Kamar yang saya dapatkan di lantai 3).
Kalau menurut saya untuk harga Rp. 75,000, fasilitas yang saya dapatkan sudah cukup oke.
Terdapat kafe di lantai dasar losmen, harga yang ditawarkan pun terjangkau dengan kantong para backpaker.
Namun pada hari terakhir saya menginap, water heater rusak.. yang menyebabkan saya mandi air dingin pada 3/4 bagian akhir.. karena awal-awal water heater masih bisa digunakan.
Pelayanan disana memuaskan. Terutama pada saat water heater mati, saya meminta salah seorang pelayan merebuskan air panas dan dilayani tanpa keterpaksaan.
Air panas untuk minum tidak dibandrol, malahan ditawarin sama pelayannya. Jadi yang mau hemat ga beli kopi di warung luar, bisa bawa kopi sachet terus seduh sendiri deh.. tapi jangan banyak-banyak ya.. sekali-kali boleh lah beli di kafenya, hehehee
Noted: Sewa lah losmen dari jauh-jauh hari, agar masih bisa memilih kamar yang memiliki kamar mandi di dalam atau kamar mandi diluar (biasanya yang cepat habis yang kamar mandi dalam). Apalagi kalau kita mau menginap di high season, usahakan dari 2 atau bahkan 3 bulan sebelumnya.
Hari kedua di wonosobo dimulai dengan perjalanan ke bukit sikunir.
Kalau ada yang tanya mau ngapain ke bukit sikunir, jawabannya adalah untuk mengejar sunrise. Disana terkenal sekali dengan golden sunrise-nya. Hanya saja karena saya berlibur disaat musim hujan, maka gerimis menemani saya sampai ke puncak bukit. Sehingga matahari pun malu-malu untuk menampakkan dirinya.
Noted: Kalau besoknya mau ke bukit sikunir, jangan begadang di malam harinya. Karena perjalanan ke bukit sikunir cukup padat merayap, usahakan maksimal jam 3 sudah jalan (ini kalau posisi menginap di losmen Bu Djono). Dan kalau kesana bersama rombongan, usahakan jangan berpencar.. atau boleh saja berpencar namun bikin schedule untuk bertemu dimana dan jam berapa, jadi tidak saling mencari.
Perincian Biaya:
Kereta ekonomi Kutoarjo Utara = Rp. 80.000
Kereta ekonomi Serayu Malam = Rp. 70.000
Penginapan per malam = Rp. 75.000
Tiket Baturaden = Rp. 14.000
Tiket Candi Arjuna + Kawah Sikidang = Rp. 15.000
Tiket Telaga Warna = Rp. 7.500 (Weekend)
Bukit Sikunir = Rp. 10.000
CP Losmen Bu Djono:
Pak Kelik (085226645669)
Berawal dari keisengan saya mencari tiket ekonomi dan keinginan ke Dieng yang sudah terpendam sejak lama, akhirnya 3 bulan yang lalu saya meng-issued tiket kereta ekonomi pulang pergi ke purwokerto.
Untuk tiket berangkat saya membeli tiket kereta api Kutojaya dengan harga Rp. 80,000, sedangkan pulangnya sudah penuh untuk kereta api yang sama, akhirnya saya membeli tiket kereta api Serayu Malam dengan harga Rp. 70,000.
Karena harganya lebih murah, sudah pasti timbul pertanyaan di hati saya "fasilitas apa yang berbeda dengan kereta api Kutojaya?"
Ternyata fasilitasnya sama persis, hanya saja jam perjalanannya jauh lebih lama. Untuk kereta api Kutojaya hanya memakan waktu kurang lebih 5 jam 20 menit sedangkan untuk kereta api Serayu Malam memakan waktu 12 jam (bahkan ada keterlambatan selama setengah jam ketika sampai di stasiun senen).
Noted: Usahakan berangkat dan pulang dengan kereta yang perjalanannya lebih singkat, jadi bisa cepat sampai dan sisa waktu yang ada bisa untuk istirahat ^^
Sesampainya di stasiun purwokerto saya dan yang lainnya menunggu driver dan mobil sewaan menjemput kami. Tetapi semua tidak sesuai dengan apa yang sudah direncanakan.
Saya sudah memberitahu driver sejak saya membeli tiket kereta api (kurang lebih sejak 3 bulan yang lalu) bahkan ketika saya dan driver berkomunikasi pun selalu saya ingatkan jam kedatangan.
Mungkin ini yang dinamakan 'apes'. Driver datang jam 12.15, itu artinya saya menunggu sekitar selama 1,5 jam di stasiun. Kebayang dong gimana betenya saya dan yang lainnya pada saat itu.
Noted: Usahakan menyewa mobil dan driver yang profesional, jadi kita tidak akan dibiarkan lama menunggu dengan alasan yang klasik yaitu macet. Padahal selama perjalanan purwokerto - wonosobo dan wonosobo - purwokerto, saya sama sekali tidak mengalami kemacetan.
Sesuai dengan rencana, maka rute pertama menuju Baturaden. Tetapi sebelum menuju ke Baturaden, driver menyarankan untuk mampir ke alun-alun Purwokerto. Mampir sebentar disana untuk mengabadikan foto (sebagai bukti saya pernah Purwokerto, hehehee). Di alun-alun purwokerto terdapat air mancur yang cukup indah.. di malam hari akan nampak lebih indah karena lampu warna warni yang menghiasi air mancur tersebut.
Lanjut ke Baturaden yang hanya menempuh jarak sekitar 15 menit. Tiket masuk per orang dikenakan sebesar Rp. 14,000.
Noted: Agar bisa berlama-lama mengexplore keindahan Baturaden, saya sarankan untuk datang tidak terlalu sore. Karena jika matahari sudah bersembunyi, pemandangan tidak bisa dinikmati.
Jam 4 sore perjalanan dimulai menuju ke Wonosobo, melewati kota Purbalingga dan Banjarnegara.
Dengan menempuh waktu 4 jam, akhirnya sampailah saya di kota Wonosobo. Dinginnya udara disana tidak menyurutkan semangat saya dan yang lainnya untuk berburu kuliner, terutama mie ongklok khas Wonosobo.
Mie ongklok yang saya makan di bandrol Rp. 12,000. Saya rasa ini harga yang tidak seharusnya, karena nasi goreng dibandrol Rp. 15,000 sedangkan di pertigaan jalan ada tukang nasi goreng hanya dengan harga Rp. 12,000. Nasi goreng khas wonosobo dilengkapi sayuran, terutama kol.
Dan ketika saya mencoba kafe di losmen yang saya sewa, harga nasi goreng hanya dikenakan Rp. 10,000 saja. Kalau untuk rasa, menurut saya sih lebih enak nasi goreng di kafe losmen.
Noted: Jangan membeli makanan hanya karena lapar mata, dan usahakan mencari tempat yang ramai pengunjungnya.. memungkinkan makanan yang dijual memiliki rasa yang enak.
Ini penampakan nasi goreng di pertigaan dekat losmen Bu Djono
Dan yang ini adalah penampakan nasi goreng di kafe losmen Bu Djono
Daftar menu kafe di losmen Bu Djono
Untuk DP, pak Kelik hanya mengenakan Rp. 100.000 saja.
Fasilitas yang ditawarkan yaitu 1 tempat tidur ukuran queen, 1 selimut, 2 bantal dan terdapat water heater di kamar mandi (Kamar yang saya dapatkan di lantai 3).
Kalau menurut saya untuk harga Rp. 75,000, fasilitas yang saya dapatkan sudah cukup oke.
Terdapat kafe di lantai dasar losmen, harga yang ditawarkan pun terjangkau dengan kantong para backpaker.
Namun pada hari terakhir saya menginap, water heater rusak.. yang menyebabkan saya mandi air dingin pada 3/4 bagian akhir.. karena awal-awal water heater masih bisa digunakan.
Pelayanan disana memuaskan. Terutama pada saat water heater mati, saya meminta salah seorang pelayan merebuskan air panas dan dilayani tanpa keterpaksaan.
Air panas untuk minum tidak dibandrol, malahan ditawarin sama pelayannya. Jadi yang mau hemat ga beli kopi di warung luar, bisa bawa kopi sachet terus seduh sendiri deh.. tapi jangan banyak-banyak ya.. sekali-kali boleh lah beli di kafenya, hehehee
Noted: Sewa lah losmen dari jauh-jauh hari, agar masih bisa memilih kamar yang memiliki kamar mandi di dalam atau kamar mandi diluar (biasanya yang cepat habis yang kamar mandi dalam). Apalagi kalau kita mau menginap di high season, usahakan dari 2 atau bahkan 3 bulan sebelumnya.
Ini lho yang namanya Candi Arjuna ^^
Emang juara deh pemandangan di Dieng.. salah satunya pemandangan di Candi Arjuna..
Hari kedua di wonosobo dimulai dengan perjalanan ke bukit sikunir.
Kalau ada yang tanya mau ngapain ke bukit sikunir, jawabannya adalah untuk mengejar sunrise. Disana terkenal sekali dengan golden sunrise-nya. Hanya saja karena saya berlibur disaat musim hujan, maka gerimis menemani saya sampai ke puncak bukit. Sehingga matahari pun malu-malu untuk menampakkan dirinya.
Noted: Kalau besoknya mau ke bukit sikunir, jangan begadang di malam harinya. Karena perjalanan ke bukit sikunir cukup padat merayap, usahakan maksimal jam 3 sudah jalan (ini kalau posisi menginap di losmen Bu Djono). Dan kalau kesana bersama rombongan, usahakan jangan berpencar.. atau boleh saja berpencar namun bikin schedule untuk bertemu dimana dan jam berapa, jadi tidak saling mencari.
Pemandangan dibukit sikunir pada saat musim hujan saja sudah terlihat begitu indah..
Saya tidak bisa membayangkan pemandangan pada saat musim kemarau yang katanya jauh lebih indah dari pemandangan ini..
Berlatarkan sunrise dari balik gunung sindoro
Yang dibawah itu telaga cebong (Maklum yang ambil foto masih amatiran.. hehehe)..
terlihat disana ada lahan yang akan dibangun.. sepertinya akan semakin ramai dengan warung-warung baru..
Perjalanan pulang dari wonosobo agak tersendat sebentar dikarenakan adanya tanah longsor.
Macet di sekitar dataran tinggi Dieng masih terasa menyenangkan, karena dikanan dan kiri pemandangan indah disajikan untuk para pengguna jalan. Jadi jangan membayangkan macet seperti di Jakarta..
Tanah longsor membuat perjalanan pulang jadi lebih lama sekitar setengah sampai satu jam.
Sampai di purwokerto jam 15.30, dan driver mengajak kami makan Raja Soto Lama.
Sang driver mengatakan dari tempat kami makan menuju stasiun hanya sekitar 15 menit. Dan termyata ketika selesai makan jam 16.00 kami menuju stasiun, bukan 15 menit yang kami tempuh melainkan 30 menit.
Kebayang kan paniknya kita semua karena bertepatan dengan jam kereta berangkat.
Ini adalah kali pertama saya kejar-kejaran dengan keberangkatan kereta. Sampai-sampai ketika tiket saya di verifikasi oleh petugas sudah tidak di terima oleh mesin scan petugas, saya intip ternyata tiket saya sudah kadaluarsa. Mungkin karena saat itu bertepatan dengan jam keberangkatan kereta.
Petugas melihat kearah kami yang sudah memasang muka panik sambil memperhatikan kereta Serayu Malam terdapat dijalur berapa.
Finally saya dan rombongan langsung masuk tanpa scan tiket, kemudian langsung menuju jalur 2 sesuai info dari petugas. Dan kami pun langsung masuk ke gerbong yang bukan merupakan gerbong tiket, kami menuju gerbong setelah naik ke dalam kereta.
Bye purwokerto..
Noted: Meskipun driver mengatakan waktu yang dibutuhkan selama sekian jam, lebihkan sekitar 1 jam dari perkiraan. Perjalanan yang tergesa-gesa membuat driver membawa kendaraan menjadi tidak nyaman. Dan ketika kita sampai stasiun sudah dekat dengan jam keberangkatan kereta atau bertepatan dengan jam keberangkatan kereta, maka tidak perlu memusingkan gerbong tiket kita ada dimana. Utamakan untuk naik kereta terlebih dahulu. Baru nanti setelah naik, kita mencari gerbong sesuai tiket.
Kereta ekonomi Kutoarjo Utara = Rp. 80.000
Kereta ekonomi Serayu Malam = Rp. 70.000
Penginapan per malam = Rp. 75.000
Tiket Baturaden = Rp. 14.000
Tiket Candi Arjuna + Kawah Sikidang = Rp. 15.000
Tiket Telaga Warna = Rp. 7.500 (Weekend)
Bukit Sikunir = Rp. 10.000
CP Losmen Bu Djono:
Pak Kelik (085226645669)
Sekedar berbagi pengalaman.. semoga bisa memberikan tambahan informasi bagi yang ingin vacation ke Dieng, Wonosobo..
Waasalamu'alaikum..
Senin, 11 Januari 2016
Mom
Assalamu'alaikum..
Saat kita berbicara mengenai umur, tidak ada satupun ummatNya yang mengetahui seberapa lama diberikan kesempatan untuk hidup di dunia yang fana ini.
Pagi itu di hari Jumat, tepat di awal tahun 2016.. saya mendapatkan telepon dari abang yang mengajak saya pulang ke Garut dikarenakan Mama saya sakit. Namun setelah telepon saya tutup dan saya segera bersiap-siap, telepon tiba-tiba berbunyi kembali (jarak waktunya tidak lebih dari 5 menit). Abang saya mengatakan bahwa Mama telah kembali ke pangkuan Illahi Rabbi.
Air mata saya sudah pasti mengalir deras pada saat itu. Tidak pernah menyangka Mama pergi secepat ini. Mama pergi sebelum keinginannya terkabul, yaitu melihat saya menikah.
Selama tahun 2015 yang Mama bicarakan setiap kali bertemu dengan saya adalah pernikahan. Mama selalu meminta saya menikah secepatnya (Salah satu faktornya mungkin karena saya anak perempuan satu-satunya dan merupakan anak paling kecil, serta hanya saya yang belum menikah). Mama mengatakan seperti itu dikarenakan mama tidak tahu umur Mama sampai tahun depan atau tidak. Saya selalu menjawab bahwa jodoh saya masih terbungkus rapih dan belum dikirimkan oleh Allah. Mama memang benar, jangankan tahun depan.. kita memang tidak pernah tahu maut menjeput kita bulan depan, minggu depan, esok hari atau 1 (satu) jam kedepan.
Pikiran saya masih melayang kemana-mana sambil menangis, teringat seminggu yang lalu Mama meminta saya menginap dirumah mama dan saya tidak bisa. Namun ketika saya mau kesana lusanya, Mama sudah pergi ke Garut (kampung halaman mama) untuk menghadiri undangan sepupunya Mama (Om saya). Jadi saya tidak bertemu Mama saat itu. Dan saya menunggu kabar kapan Mama pulang ke bekasi.
Mama selalu mengusahakan hadir jika menerima undangan, Mama mengatakan "Jika kita tidak menghadiri undangan, jangan berharap orang datang saat kita mengundang mereka" teringat selalu pesan Mama yang satu itu di telinga saya.
Pagi itu saya langsung meluncur ke Garut, diantar oleh teman dekat saya sejak kuliah beserta suami dan orangtuanya. Saya masih merasa ini semua seperti mimpi, berharap kabar ini tidaklah benar adanya.
Sesampainya di Garut.. saya melihat tubuh Mama saya sudah terbujur kaku dan dilapisi kain kafan dengan sangat rapih.
Ya Allah ya Rabb kuatkan saya.. hanya kata-kata itu yang selalu saya ucapkan di dalam hati saya pada saat itu hingga kini saya menulis di blog ini.
Tangisan saya memecah kerumunan sanak saudara yang bertakziah kerumah kakek.
Atas permintaan abang saya, paman dan kakek saya membuka sedikit kafan yang melapisi bagian wajah Mama untuk memperlihatkan wajah mama yang terakhir kalinya.
Wajah Mama putih bersinar, tidak ada pucat seperti kebanyakan orang yang meninggal. Saya sangat mengenali wajah itu, wajah seorang perempuan hebat yang telah mengandung dan melahirkan saya 28 tahun yang lalu. Wajah Mama saat itu sudah tak berdaya, sudah bertemu dengan sang Pencipta Illahi Rabbi.
Selamat jalan Mama.. wajahmu, senyummu, suaramu, canda tawamu dan semua pesan serta nasihat-nasihatmu selama ini akan selalu aku ingat..
Insya Allah Mama Khusnul Khotimah.. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin..
(Jum'at 01 Jan 2016 / 21 Rabiul Awal 1437H)
Saat kita berbicara mengenai umur, tidak ada satupun ummatNya yang mengetahui seberapa lama diberikan kesempatan untuk hidup di dunia yang fana ini.
Pagi itu di hari Jumat, tepat di awal tahun 2016.. saya mendapatkan telepon dari abang yang mengajak saya pulang ke Garut dikarenakan Mama saya sakit. Namun setelah telepon saya tutup dan saya segera bersiap-siap, telepon tiba-tiba berbunyi kembali (jarak waktunya tidak lebih dari 5 menit). Abang saya mengatakan bahwa Mama telah kembali ke pangkuan Illahi Rabbi.
Air mata saya sudah pasti mengalir deras pada saat itu. Tidak pernah menyangka Mama pergi secepat ini. Mama pergi sebelum keinginannya terkabul, yaitu melihat saya menikah.
Selama tahun 2015 yang Mama bicarakan setiap kali bertemu dengan saya adalah pernikahan. Mama selalu meminta saya menikah secepatnya (Salah satu faktornya mungkin karena saya anak perempuan satu-satunya dan merupakan anak paling kecil, serta hanya saya yang belum menikah). Mama mengatakan seperti itu dikarenakan mama tidak tahu umur Mama sampai tahun depan atau tidak. Saya selalu menjawab bahwa jodoh saya masih terbungkus rapih dan belum dikirimkan oleh Allah. Mama memang benar, jangankan tahun depan.. kita memang tidak pernah tahu maut menjeput kita bulan depan, minggu depan, esok hari atau 1 (satu) jam kedepan.
Pikiran saya masih melayang kemana-mana sambil menangis, teringat seminggu yang lalu Mama meminta saya menginap dirumah mama dan saya tidak bisa. Namun ketika saya mau kesana lusanya, Mama sudah pergi ke Garut (kampung halaman mama) untuk menghadiri undangan sepupunya Mama (Om saya). Jadi saya tidak bertemu Mama saat itu. Dan saya menunggu kabar kapan Mama pulang ke bekasi.
Mama selalu mengusahakan hadir jika menerima undangan, Mama mengatakan "Jika kita tidak menghadiri undangan, jangan berharap orang datang saat kita mengundang mereka" teringat selalu pesan Mama yang satu itu di telinga saya.
Pagi itu saya langsung meluncur ke Garut, diantar oleh teman dekat saya sejak kuliah beserta suami dan orangtuanya. Saya masih merasa ini semua seperti mimpi, berharap kabar ini tidaklah benar adanya.
Sesampainya di Garut.. saya melihat tubuh Mama saya sudah terbujur kaku dan dilapisi kain kafan dengan sangat rapih.
Ya Allah ya Rabb kuatkan saya.. hanya kata-kata itu yang selalu saya ucapkan di dalam hati saya pada saat itu hingga kini saya menulis di blog ini.
Tangisan saya memecah kerumunan sanak saudara yang bertakziah kerumah kakek.
Atas permintaan abang saya, paman dan kakek saya membuka sedikit kafan yang melapisi bagian wajah Mama untuk memperlihatkan wajah mama yang terakhir kalinya.
Wajah Mama putih bersinar, tidak ada pucat seperti kebanyakan orang yang meninggal. Saya sangat mengenali wajah itu, wajah seorang perempuan hebat yang telah mengandung dan melahirkan saya 28 tahun yang lalu. Wajah Mama saat itu sudah tak berdaya, sudah bertemu dengan sang Pencipta Illahi Rabbi.
Selamat jalan Mama.. wajahmu, senyummu, suaramu, canda tawamu dan semua pesan serta nasihat-nasihatmu selama ini akan selalu aku ingat..
Insya Allah Mama Khusnul Khotimah.. Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin..
(Jum'at 01 Jan 2016 / 21 Rabiul Awal 1437H)
Kamis, 05 November 2015
#DiaTidakMenyayangimu
- Ketika dia mengatakan sayang kepadamu namun ternyata egonya jauh lebih besar daripada sayang yang diberikan kepadamu.. noted: #DiaTidakMenyayangimu
- Ketika kalian berjalan dikeramaian, dia tidak berusaha melindungimu dari orang disekelilingmu.. bahkan dia menepis ketika tangannya digandeng oleh tanganmu.. noted: #DiaTidakMenyayangimu
- Ketika social media telah banyak macamnya, namun tak satupun tentangmu di share pada salah satu social media manapun miliknya.. noted: #DiaTidakMenyayangimu
- Ketika dia sedang menjalin hubungan denganmu namun dia masih chat, jalan atau bahkan berhubungan dengan yang lain.. noted: #DiaTidakMenyayangimu
- Ketika kalian dihadapkan pada masalah yang sangat berat hingga membuat kalian saling diam, namun dia sama sekali tidak ingin tahu bagaimana kabarmu.. noted: #DiaTidakMenyayangimu
- Ketika kamu melakukan kesalahan kecil di depan umum, kemudian dia membentakmu dengan suara bernada tinggi atau bahkan marah-marah kepadamu di depan umum.. noted: #DiaTidakMenyayangimu
- Ketika dia menghadiri banyak acara atau undangan dari teman-temannya namun kamu tidak pernah sekalipun diajak ke acara tersebut.. noted: #DiaTidakMenyayangimu
- Ketika masalah kecil selalu dia jadikan alasan agar tidak menghubungimu dalam beberapa waktu.. noted: #DiaTidakMenyayangimu
- Ketika kamu melakukan kesalahan dan yang dilakukan oleh dia bukanlah menyelesaikan masalah kalian tetapi malah mendiamkan kamu dalam waktu berhari-hari atau berminggu-minggu bahkan hingga berbulan-bulan.. noted: #DiaTidakMenyayangimu
- Ketika kesalahan besar pernah dia lakukan dan kamu memaafkannya, kemudian dia mengulangi kesalahan itu hingga berkali-kali.. noted: #DiaTidakMenyayangimu
- Ketika dia tidak menanyakan kabarmu atau tidak menghubungimu minimal dalam waktu satu hari atau bahkan lebih dari satu hari dengan alasan bahwa dirinya sedang sibuk dengan pekerjaan ini dan itu.. noted: #DiaTidakMenyayangimu
- Ketika kamu sudah lama tidak bertemu dengan dia, tetapi kamu mengetahui dari social media dia memiliki waktu untuk bersenang-senang dengan teman-temannya.. sedangkan menemuimu walaupun sebentar saja seperti tidak ada waktu sama sekali.. noted: #DiaTidakMenyayangimu
Maaf kalau ada salah-salah.. #JustShare ^^
Selasa, 25 Agustus 2015
Pengalaman Pertama (Papandayan)
Assalamu'alaikum..
Masih dengan sisa gosong di muka dan sekitarnya, saya mencoba untuk berbagi pengalaman pertama saya naik gunung, hehehee..
Gunung yang saya daki pun memang gunung yang termasuk ke dalam kategori pemula, ya namanya juga pertama kali.. jadi harus dimulai dari track yang mudah terlebih dahulu.
Meskipun sebenarnya ini pengalaman pertama saya naik gunung, tetapi bukan alasan saya untuk tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan cukup matang.
Ya biasalah perempuan, akan repot dengan segala perlengkapan pribadinya.
Disamping itu, hal yang pertama kali saya perhatikan adalah alas kaki yang akan saya gunakan.
Saya mencoba searching mengenai sepatu yang baik untuk naik gunung. Kebanyakan dari para senior yang sering naik gunung, mereka menyarankan mencari sepatu yang nyaman dengan kaki.
Jadi saran saya sih jangan pernah beli sepatu gunung dari online shop, sudah pasti karena tidak bisa dicoba dengan kaki kita.
Berhubung kaki saya tergolong ke dalam ukuran yang panjang, sekitar 41 atau 42, jadilah sepatu 'woman series' tidak ada yang muat dengan saya.. Hohohoo
Mau tidak mau choice terakhir saya membeli sepatu 'man series'.
Jujur saja sebelumnya saya agak bimbang antara menggunakan sepatu atau sendal gunung. Ya dikarenakan saya belum tahu 'medan'nya, akhirnya saya memutuskan menggunakan sepatu dengan tujuan bisa melindungi kaki saya dari batu-batu. Jangan lupa tetap menggunakan kaos kaki, baik ketika menggunakan sepatu ataupun sendal gunung.
Bawalah kaos kaki cadangan, untuk digunakan saat tidur. Kalau ga mau ribet bawa kaos kaki cadangan ga kenapa-kenapa juga sih, tapi ya paling tidurnya menggunakan kaos kaki kotor yang digunakan pada saat naik.. :D
Dan akhirnya pilihan saya jatuh pada sepatu eiger waterproof.. ^_^
Saya tidak membawa tas carrier, cukup membawa tas ransel yang menurut saya mempunyai ukuran cukup besar. Saya kibarin bendera putih deh kalau disuruh bawa tas carrier, hehehee
Sebenarnya yang terpenting itu bagaimana caranya menyimpan barang bawaan di dalam tas dengan rapih, sehingga bisa memaksimalkan volume tas.
Ini penampakan tas yang saya gunakan kemarin (ini tas volcom favorit saya, kalau travelling jauh saya lebih nyaman menggunakan tas ini dari pada membawa koper atau tas jinjing).
Kemarin saya muat membawa semua perlengkapan, hingga sleeping bag pun ikut masuk ke dalam tas ini.
Selanjutnya untuk memilih jaket, jangan pernah membeli jaket gunung berdasarkan pada model saja. Harus benar-benar diperhatikan bahannya juga, apakah bisa menghangatkan tubuh dengan maksimal?
Dan pilihan saya kemarin jatuh pada jaket Avtech double polar. Mas-mas yang jual jaketnya menjelaskan bahwa kain polar ini bisa menghangatkan tubuh ditempat yang bertemperatur rendah.
Kata masnya sih lebih hangat kalau menggunakan jaket yang mengandung bulu angsa.
Kalau lagi ga ditempat bertemperatur rendah, saran saya sih jangan sekali-sekali menggunakan jaket ini. Bisa-bisa berasa seperti sauna ^^
Kalau menurut saya untuk celana, ga harus menggunakan celana gunung sih.. yang terpenting celana bahan bukan celana yang terbuat dari bahan jeans. Kenapa? Celana yang berbahan jeans bisa membuat kaki kita berasa lebih pegal dikarenakan bahan jeans yang kaku.
1 hal lagi, di udara yang bertemperatur rendah, bahan jeans lebih mudah ditembus sehingga akan berasa dingin. Jadi amannya ya gunakan celana bahan.
Saya memilih untuk menggunakan celana gunung dari produknya Rei yang woman series. Ga ketinggalan di double sama celana legging, hehee
Itu sebagian besar untuk perlengkapan luar. Oia, diusahakan untuk membawa jas hujan juga.
Kalau saya sih kemarin alhamdulillah beruntung selama naik dan turun gunung tidak turun hujan sama sekali ^^
Berdasarkan pengalaman saya kemarin, berikut list barang (perlengkapan) yang menurut saya wajib dibawa pada saat naik gunung:
1. Perlengkapan Pribadi (termasuk di dalamnya pencuci muka, sabun cair, pasta gigi dan sikat gigi, tissue basah, tissue kering)
2. Sepatu atau Sendal Gunung
3. Jaket (diutamakan yang berbahan polar sehingga dapat menghangatkan)
4. Pakaian Outdoor (celana gunung, kaos diusahakan berbahan cattoon)
5. Kaos Kaki Cadangan (untuk tidur)
6. Kaos dan Celana Salin (untuk ganti pada saat shalat)
7. Senter (senter yang biasa boleh, kalau ada head lamp lebih baik)
8. Syal, Sarung Tangan, Kupluk dan Masker
9. Sunblock
10. Tenda
11. Matras
12. Sleeping Bag
13. Obat-obatan Pribadi
14. Logistik (makanan, alat-alat masak dan perlengkapan makan)
15. Jas Hujan dan Cover Bag (pelindung tas)
16. Tongkat Gunung (tidak wajib untuk di papandayan, tetapi wajib untuk di gunuung yang kemiringannya mencapai 70 hingga 80 derajat)
Sekian berbagi pengalaman naik gunung pertama saya, akan saya update jika ada hal-hal lain yang perlu saya tambahkan.
Wassalamu'alaikum..
Masih dengan sisa gosong di muka dan sekitarnya, saya mencoba untuk berbagi pengalaman pertama saya naik gunung, hehehee..
Gunung yang saya daki pun memang gunung yang termasuk ke dalam kategori pemula, ya namanya juga pertama kali.. jadi harus dimulai dari track yang mudah terlebih dahulu.
Meskipun sebenarnya ini pengalaman pertama saya naik gunung, tetapi bukan alasan saya untuk tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan cukup matang.
Ya biasalah perempuan, akan repot dengan segala perlengkapan pribadinya.
Disamping itu, hal yang pertama kali saya perhatikan adalah alas kaki yang akan saya gunakan.
Saya mencoba searching mengenai sepatu yang baik untuk naik gunung. Kebanyakan dari para senior yang sering naik gunung, mereka menyarankan mencari sepatu yang nyaman dengan kaki.
Jadi saran saya sih jangan pernah beli sepatu gunung dari online shop, sudah pasti karena tidak bisa dicoba dengan kaki kita.
Berhubung kaki saya tergolong ke dalam ukuran yang panjang, sekitar 41 atau 42, jadilah sepatu 'woman series' tidak ada yang muat dengan saya.. Hohohoo
Mau tidak mau choice terakhir saya membeli sepatu 'man series'.
Jujur saja sebelumnya saya agak bimbang antara menggunakan sepatu atau sendal gunung. Ya dikarenakan saya belum tahu 'medan'nya, akhirnya saya memutuskan menggunakan sepatu dengan tujuan bisa melindungi kaki saya dari batu-batu. Jangan lupa tetap menggunakan kaos kaki, baik ketika menggunakan sepatu ataupun sendal gunung.
Bawalah kaos kaki cadangan, untuk digunakan saat tidur. Kalau ga mau ribet bawa kaos kaki cadangan ga kenapa-kenapa juga sih, tapi ya paling tidurnya menggunakan kaos kaki kotor yang digunakan pada saat naik.. :D
Dan akhirnya pilihan saya jatuh pada sepatu eiger waterproof.. ^_^
Saya tidak membawa tas carrier, cukup membawa tas ransel yang menurut saya mempunyai ukuran cukup besar. Saya kibarin bendera putih deh kalau disuruh bawa tas carrier, hehehee
Sebenarnya yang terpenting itu bagaimana caranya menyimpan barang bawaan di dalam tas dengan rapih, sehingga bisa memaksimalkan volume tas.
Ini penampakan tas yang saya gunakan kemarin (ini tas volcom favorit saya, kalau travelling jauh saya lebih nyaman menggunakan tas ini dari pada membawa koper atau tas jinjing).
Kemarin saya muat membawa semua perlengkapan, hingga sleeping bag pun ikut masuk ke dalam tas ini.
Selanjutnya untuk memilih jaket, jangan pernah membeli jaket gunung berdasarkan pada model saja. Harus benar-benar diperhatikan bahannya juga, apakah bisa menghangatkan tubuh dengan maksimal?
Dan pilihan saya kemarin jatuh pada jaket Avtech double polar. Mas-mas yang jual jaketnya menjelaskan bahwa kain polar ini bisa menghangatkan tubuh ditempat yang bertemperatur rendah.
Kata masnya sih lebih hangat kalau menggunakan jaket yang mengandung bulu angsa.
Kalau lagi ga ditempat bertemperatur rendah, saran saya sih jangan sekali-sekali menggunakan jaket ini. Bisa-bisa berasa seperti sauna ^^
Kalau menurut saya untuk celana, ga harus menggunakan celana gunung sih.. yang terpenting celana bahan bukan celana yang terbuat dari bahan jeans. Kenapa? Celana yang berbahan jeans bisa membuat kaki kita berasa lebih pegal dikarenakan bahan jeans yang kaku.
1 hal lagi, di udara yang bertemperatur rendah, bahan jeans lebih mudah ditembus sehingga akan berasa dingin. Jadi amannya ya gunakan celana bahan.
Saya memilih untuk menggunakan celana gunung dari produknya Rei yang woman series. Ga ketinggalan di double sama celana legging, hehee
Itu sebagian besar untuk perlengkapan luar. Oia, diusahakan untuk membawa jas hujan juga.
Kalau saya sih kemarin alhamdulillah beruntung selama naik dan turun gunung tidak turun hujan sama sekali ^^
Berdasarkan pengalaman saya kemarin, berikut list barang (perlengkapan) yang menurut saya wajib dibawa pada saat naik gunung:
1. Perlengkapan Pribadi (termasuk di dalamnya pencuci muka, sabun cair, pasta gigi dan sikat gigi, tissue basah, tissue kering)
2. Sepatu atau Sendal Gunung
3. Jaket (diutamakan yang berbahan polar sehingga dapat menghangatkan)
4. Pakaian Outdoor (celana gunung, kaos diusahakan berbahan cattoon)
5. Kaos Kaki Cadangan (untuk tidur)
6. Kaos dan Celana Salin (untuk ganti pada saat shalat)
7. Senter (senter yang biasa boleh, kalau ada head lamp lebih baik)
8. Syal, Sarung Tangan, Kupluk dan Masker
9. Sunblock
10. Tenda
11. Matras
12. Sleeping Bag
13. Obat-obatan Pribadi
14. Logistik (makanan, alat-alat masak dan perlengkapan makan)
15. Jas Hujan dan Cover Bag (pelindung tas)
16. Tongkat Gunung (tidak wajib untuk di papandayan, tetapi wajib untuk di gunuung yang kemiringannya mencapai 70 hingga 80 derajat)
Sekian berbagi pengalaman naik gunung pertama saya, akan saya update jika ada hal-hal lain yang perlu saya tambahkan.
Wassalamu'alaikum..
Senin, 10 Agustus 2015
Stalker??
Assalamu'alaikum..
Mungkin sebagian orang sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan stalker. Namun sebagian lagi pasti ada juga yang belum tahu apa itu stalker.
Yup benar sekali kalau ada yang menjawab sebagai penguntit.
Bukan hanya artis yang di stalkerin, bisa jadi teman, mantan pacar, atau mungkin mantannya si pacar atau mantannya orang yang saat ini sedang dekat dengan kamu.
Apa sih yang dihasilkan? Pastinya kamu akan memperoleh banyak informasi. Mulai dari informasi yang memang kamu butuhkan hingga informasi yang sebenarnya tidak kamu butuhkan akan tetapi mau tidak mau kamu dapatkan karena kamu sudah men'stalker' orang tersebut.
Oke kita mulai bahas dari stalker artis idola kamu.
Menurut saya itu wajar-wajar saja ketika timbul keingintahuan kamu tentang idola kamu. Apa yang sedang dia kerjakan, apa yang sedang dia alami saat ini.
Tetapi ingat, bukan berarti waktu kamu habis hanya untuk stalker artis idola. Sisa kan waktu untuk kamu sendiri.
Stalker teman. Biasanya karena si teman sedang ada masalah atau tidak mau berbagi info, jadilah kamu mau tau dengan cara menstalker.
Atau bisa juga karena kamu menjadi bagian yang baru dalam sebuah komunitas, jadi kamu mau tahu bagaimana type dari anggota-anggota komunitas lainnya.
Menurut saya sejauh itu masih wajar.
Tetapi kadang sering kebablasan, jadi mau stalker ke hal-hal yang pribadi.
Stop jika hal itu sempat terlintas di benak kamu. Kembali ke tujuan awal stalker, jadi ga terlalu berbuntut.. hehehee
Stalker mantan pacar. Hayooo acungin tangannya siapa yang sampai saat ini masih stalkerin mantan pacarnya?
Masih wajar menurut saya jika kamu stalker mantan pacar, apalagi yang masih baru-baru putus.
Ada rasa ingin tahu yang sangat dalam pastinya. Mau tahu si mantan udah ada gebetan baru, pacar baru atau bahkan kamu sekedar mau tahu gimana kondisi mantan saat ini.
Tetapi kalau boleh menyarankan, jangan terlalu lama stalker si mantan. Yang ada nanti kamu ga bisa move on lho.. ^_^
Toh kan kamu sama dia udah ga ada hubungan apa-apa lagi, jadi menurut saya biarkan dia menjalani kehidupannya dan kamu juga tetap menjalani kehidupan kamu seperti biasanya.
Karena sebelum kamu pacaran sama si mantan kamu bisa hidup kan tanpa dia? :D
Apalagi kalau mantannya udah punya pacar terus si mantan upload-upload foto ke media sosial, sedangkan di satu sisi kamu masih ada rasa. Yang sakit siapa? Hehehee.. pissssss
Nah untuk yang terakhir, stalkerin mantannya pacar atau mantannya orang yang saat ini lagi dekat sama kamu.
Lebih baik sih jangan ya.. itu kalau menurut saya.
Saya berpikir itu ga ada gunanya, karena nanti malah akan menimbulkan penyakit-penyakit hati.
Misal melihat foto-foto mantannya pacar atau gebetan di media sosial.
Ambil di dua sisi, misalnya lebih cantik, tanpa kamu sadari bisa saja timbul rasa iri di hati kamu. Atau misalnya kamu lebih cantik dari dia, maka tanpa kamu sadari bisa saja timbul rasa sombong di hati kamu.
Kalau hanya mau tahu wajahnya (tidak berkali-kali membuka media sosialnya) atau hal-hal yang sekiranya tidak menimbulkan penyakit hati, menurut saya tidak apa-apa.
Ada juga yang add media sosial mantannya si pacar terus pas udah di confirm kamu upload foto kamu sama si pacar biar mantannya tahu kamu itu sekarang udah jadi pengisi hatinya, menurut saya itu ga penting.
Kalau kamu ngelakuin hal itu berarti kamu belum masuk pada tahap pendewasaan.
Dewasa itu katanya ga dilihat dari segi umur lho.. jadi biarpun kamu masih remaja atau belia, cobalah belajar bersikap dewasa.. karena mau sampai kapan kamu bersikap seperti anak kecil?
Antara kamu sama mantannya kan punya kehidupan masing-masing, jadi jalani aja kehidupan kalian dengan melakukan hal-hal yang ga menimbulkan penyakit hati atau menyakiti perasaan orang lain.
Maaf ya, cuma iseng aja share disaat jam istirahat makan siang.. hehehee
Wassalamu'alaikum :)
Mungkin sebagian orang sudah mengetahui apa yang dimaksud dengan stalker. Namun sebagian lagi pasti ada juga yang belum tahu apa itu stalker.
Yup benar sekali kalau ada yang menjawab sebagai penguntit.
Bukan hanya artis yang di stalkerin, bisa jadi teman, mantan pacar, atau mungkin mantannya si pacar atau mantannya orang yang saat ini sedang dekat dengan kamu.
Apa sih yang dihasilkan? Pastinya kamu akan memperoleh banyak informasi. Mulai dari informasi yang memang kamu butuhkan hingga informasi yang sebenarnya tidak kamu butuhkan akan tetapi mau tidak mau kamu dapatkan karena kamu sudah men'stalker' orang tersebut.
Oke kita mulai bahas dari stalker artis idola kamu.
Menurut saya itu wajar-wajar saja ketika timbul keingintahuan kamu tentang idola kamu. Apa yang sedang dia kerjakan, apa yang sedang dia alami saat ini.
Tetapi ingat, bukan berarti waktu kamu habis hanya untuk stalker artis idola. Sisa kan waktu untuk kamu sendiri.
Stalker teman. Biasanya karena si teman sedang ada masalah atau tidak mau berbagi info, jadilah kamu mau tau dengan cara menstalker.
Atau bisa juga karena kamu menjadi bagian yang baru dalam sebuah komunitas, jadi kamu mau tahu bagaimana type dari anggota-anggota komunitas lainnya.
Menurut saya sejauh itu masih wajar.
Tetapi kadang sering kebablasan, jadi mau stalker ke hal-hal yang pribadi.
Stop jika hal itu sempat terlintas di benak kamu. Kembali ke tujuan awal stalker, jadi ga terlalu berbuntut.. hehehee
Stalker mantan pacar. Hayooo acungin tangannya siapa yang sampai saat ini masih stalkerin mantan pacarnya?
Masih wajar menurut saya jika kamu stalker mantan pacar, apalagi yang masih baru-baru putus.
Ada rasa ingin tahu yang sangat dalam pastinya. Mau tahu si mantan udah ada gebetan baru, pacar baru atau bahkan kamu sekedar mau tahu gimana kondisi mantan saat ini.
Tetapi kalau boleh menyarankan, jangan terlalu lama stalker si mantan. Yang ada nanti kamu ga bisa move on lho.. ^_^
Toh kan kamu sama dia udah ga ada hubungan apa-apa lagi, jadi menurut saya biarkan dia menjalani kehidupannya dan kamu juga tetap menjalani kehidupan kamu seperti biasanya.
Karena sebelum kamu pacaran sama si mantan kamu bisa hidup kan tanpa dia? :D
Apalagi kalau mantannya udah punya pacar terus si mantan upload-upload foto ke media sosial, sedangkan di satu sisi kamu masih ada rasa. Yang sakit siapa? Hehehee.. pissssss
Nah untuk yang terakhir, stalkerin mantannya pacar atau mantannya orang yang saat ini lagi dekat sama kamu.
Lebih baik sih jangan ya.. itu kalau menurut saya.
Saya berpikir itu ga ada gunanya, karena nanti malah akan menimbulkan penyakit-penyakit hati.
Misal melihat foto-foto mantannya pacar atau gebetan di media sosial.
Ambil di dua sisi, misalnya lebih cantik, tanpa kamu sadari bisa saja timbul rasa iri di hati kamu. Atau misalnya kamu lebih cantik dari dia, maka tanpa kamu sadari bisa saja timbul rasa sombong di hati kamu.
Kalau hanya mau tahu wajahnya (tidak berkali-kali membuka media sosialnya) atau hal-hal yang sekiranya tidak menimbulkan penyakit hati, menurut saya tidak apa-apa.
Ada juga yang add media sosial mantannya si pacar terus pas udah di confirm kamu upload foto kamu sama si pacar biar mantannya tahu kamu itu sekarang udah jadi pengisi hatinya, menurut saya itu ga penting.
Kalau kamu ngelakuin hal itu berarti kamu belum masuk pada tahap pendewasaan.
Dewasa itu katanya ga dilihat dari segi umur lho.. jadi biarpun kamu masih remaja atau belia, cobalah belajar bersikap dewasa.. karena mau sampai kapan kamu bersikap seperti anak kecil?
Antara kamu sama mantannya kan punya kehidupan masing-masing, jadi jalani aja kehidupan kalian dengan melakukan hal-hal yang ga menimbulkan penyakit hati atau menyakiti perasaan orang lain.
Maaf ya, cuma iseng aja share disaat jam istirahat makan siang.. hehehee
Wassalamu'alaikum :)
Langganan:
Postingan (Atom)









